Perasaan 'terlambat' itu soal membandingkan, bukan berhitung
Kalau kamu benar-benar menghitungnya, yaitu berapa tahun untuk lulus dan berapa tahun tersisa dalam masa kerja, kuliah lagi jarang berujung pada kata "terlambat" secara harfiah. Perasaan itu biasanya muncul saat kamu membayangkan duduk di samping teman kuliah yang berusia dua puluh dua tahun, atau teman yang sudah lulus sepuluh tahun lalu, bukan karena waktumu memang terlalu singkat.
Yang menentukan keberhasilan bukan usiamu
Motivasi, alasan yang jelas untuk kembali belajar, dan kemampuan praktis mengatur waktu serta uang jauh lebih bisa diandalkan untuk memprediksi keberhasilan daripada usia. Mahasiswa dewasa sering unggul dalam hal-hal ini, karena mereka memilihnya dengan sadar, bukan sekadar mengikuti jalur yang sudah umum.
Biaya nyata yang perlu ditimbang (waktu, uang, tenaga)
Hambatan yang jujur sifatnya praktis, bukan eksistensial: biaya kuliah dan penghasilan yang hilang, waktu yang berkurang untuk keluarga atau pekerjaan saat ini, dan tenaga untuk belajar lagi setelah bertahun-tahun berhenti. Menyebutkannya dengan jelas, beserta apa yang kamu perlukan untuk mengelolanya, jauh lebih berguna daripada rasa takut samar karena merasa "sudah terlalu tua."
Cara kecil untuk menguji keputusan sebelum berkomitmen
Kamu tidak harus langsung mendaftar program penuh untuk tahu apakah ini pilihan yang tepat. Satu mata kuliah, satu sertifikat, atau kelas malam bisa memberi banyak gambaran tentang apakah kamu masih menikmati belajar dengan format itu, sebelum kamu mengikat waktu bertahun-tahun dan banyak uang untuk keputusan yang lebih besar.
Kalau kamu sedang menimbang apakah sekarang saatnya, OLENRI bisa membantumu memikirkan biaya yang sebenarnya dan apa yang benar-benar kamu harapkan darinya. Lihat cara kerjanya →