Keraguan diri

Cara berhenti terlalu peduli pada pendapat orang

Naluri untuk peduli pada pendapat orang lain bukanlah kekurangan — itu memang bawaan kita. Begini cara melonggarkan pengaruhnya pada keputusanmu.

Peduli pada pendapat orang lain bukanlah cacat karakter — itu naluri sosial yang tertanam dalam, yang dulu membantu manusia bertahan hidup dalam kelompok. Tujuannya bukan menghilangkannya, karena itu memang tidak mungkin, melainkan berhenti membiarkannya mengatur keputusan-keputusan yang sebenarnya adalah hakmu.

Mengapa naluri ini ada sejak awal

Hampir sepanjang sejarah manusia, tidak disukai oleh kelompok membawa risiko bertahan hidup yang nyata, sehingga alarm bawaan untuk penolakan sosial memang masuk akal. Alarm itu masih berbunyi hari ini, bahkan ketika taruhan sebenarnya dari pendapat orang asing hampir nol.

Jarak antara yang kamu bayangkan dan yang sebenarnya dipikirkan orang

Orang menghabiskan waktu jauh lebih sedikit untuk membentuk dan menyimpan pendapat tentangmu daripada yang terasa dari dalam — kebanyakan orang sibuk dengan urusan mereka sendiri, bukan menyusun penilaian terperinci atas pilihan-pilihanmu.

Pendapat siapa yang sebenarnya berpengaruh dalam hidupmu

Tidak semua pendapat bobotnya sama, meski kecemasan memperlakukannya seolah begitu. Akan membantu kalau kamu menyebutkan secara jelas segelintir orang yang pandangannya benar-benar penting bagi keputusanmu, lalu perhatikan betapa pendeknya daftar itu.

Uji coba kecil: bertindak dulu sebelum bertanya

Satu cara praktis untuk melonggarkan cengkeramannya adalah bertindak atas keputusan kecil sebelum meminta pendapat siapa pun, lalu perhatikan betapa sedikit yang sebenarnya berubah. Jarak antara reaksi yang dibayangkan dan reaksi yang nyata biasanya menjadi bukti yang paling meyakinkan.

Kalau ada satu pendapat tertentu yang terus terngiang di kepalamu, OLENRI bisa membantumu menimbang seberapa besar bobot yang pantas ia miliki. Lihat cara kerjanya →