Keraguan diri

Cara berhenti membandingkan diri dengan orang lain (saat sulit berpaling)

Membandingkan diri hampir terjadi otomatis — otak memang terbiasa mengecek posisinya. Begini cara membuatnya tidak terlalu menguras dirimu.

Membandingkan diri dengan orang lain hampir terjadi secara otomatis — cara dasar otak mengecek posisinya dalam sebuah kelompok. Masalahnya bukan pada kebiasaan membandingkan, melainkan pada perbandingannya yang biasanya tidak adil: menyandingkan kenyataanmu yang apa adanya dengan sisi terbaik orang lain yang sudah dipilih dan dipoles.

Membandingkan itu bawaan — yang jadi masalah adalah apa yang dibandingkan

Perbandingan sosial adalah kebiasaan mental yang wajar, bahkan bisa berguna — salah satu cara orang menakar kemajuan. Ia menjadi keliru ketika kamu membandingkan seluruh pengalamanmu yang apa adanya dengan momen terbaik orang lain yang sudah dikurasi.

Mengapa media sosial membuatnya lebih buruk, bukan hanya lebih sering

Bukan sekadar karena media sosial menyediakan lebih banyak orang untuk dibandingkan, tetapi karena yang kamu lihat sudah dipilih demi tampilan terbaiknya, sehingga perbandingan itu sudah tidak adil sejak awal.

Membandingkan dengan dirimu yang dulu

Titik pembanding yang lebih berguna biasanya dirimu sendiri enam bulan atau setahun lalu — ukuran yang mencerminkan perjalananmu yang sebenarnya, bukan perjalanan orang lain yang sudah disunting dan tak berkaitan denganmu.

Apa yang bisa dilakukan saat perasaan itu tetap muncul

Kamu tidak perlu menghapus naluri membandingkan agar tidak dikendalikannya. Menyadarinya, menamainya saat muncul, dan bertanya apakah ia memberi informasi yang berguna atau hanya kebisingan sering kali cukup untuk melonggarkan cengkeramannya.

Jika perbandingan lebih banyak mengaburkan daripada membantu sebuah keputusan, OLENRI bisa membantumu kembali ke apa yang sebenarnya kamu pikirkan. Lihat cara kerjanya →