Perhatikan apa yang sebenarnya kamu rindukan
Merindukan seseorang sering kali berarti merindukan sebuah perasaan, yaitu dikenal, diinginkan, dan tidak sendirian, lebih daripada merindukan orang itu sendiri. Tanyakan dengan jujur apakah dia yang ingin kamu dapatkan kembali, atau rasa aman dan kedekatan yang dulu dia hadirkan. Kalau sebagian besar yang kedua, kembali padanya belum tentu memenuhi apa yang sebenarnya kamu butuhkan sekarang.
Tanyakan apakah ada hal konkret yang sudah berubah
"Kita berdua sudah lebih dewasa" memang kalimat yang indah, tetapi itu bukan bukti. Carilah sesuatu yang spesifik dan bisa dicek: pola yang benar-benar sudah berhenti, percakapan yang benar-benar sudah terjadi, batasan yang benar-benar dijaga dari waktu ke waktu, bukan sekadar dijanjikan. Tanpa perubahan nyata yang bisa disebutkan, konflik yang sama biasanya muncul lagi begitu euforia bertemu kembali memudar.
Berpisah lama tidak sama dengan berubah
Jarak membuat orang lupa detail dan mengingat bagian terbaiknya. Begitulah cara kerja ingatan, bukan bukti bahwa salah satu dari kalian sudah berbeda. Sebelum menganggap waktunya sudah cukup berarti, tanyakan apa yang sebenarnya kalian berdua lakukan dengan waktu itu. Ketiadaan melunakkan ingatan, tetapi tidak otomatis menumbuhkan pribadi.
Satu percakapan percobaan memberi tahu lebih banyak daripada sebulan lagi merindukannya
Daripada memutuskan hanya di kepala, cobalah satu percakapan yang jujur dan ringan tentang apa yang dulu salah dan apakah salah satu dari kalian sudah benar-benar membenahinya. Bagaimana percakapan itu berjalan, defensif atau jujur, meremehkan atau bertanggung jawab, biasanya lebih menjelaskan apakah hubungan ini bisa berhasil daripada rindu yang dipendam dalam diam.
Terjebak antara kenangan tentang apa yang dulu ada dan kenyataan bagaimana semuanya berakhir? OLENRI membantumu memikirkannya dengan jujur, lewat teks atau suara. Lihat cara kerjanya →