Tanyakan apa persisnya yang ingin diselesaikan lewat break ini
Break yang hanya berbunyi "rasanya ada yang aneh, kita jeda dulu" jarang menghasilkan kejelasan, karena tidak ada masalah nyata yang dikerjakan selama jeda itu. Break yang bermanfaat punya tujuan yang spesifik, misalnya memutuskan soal konflik yang nyata atau mengambil jarak dari pola yang butuh sudut pandang baru. Pokoknya sesuatu yang konkret untuk dikerjakan selama waktu itu.
Sepakati aturannya sebelum berpisah, bukan sesudahnya
Break yang tidak jelas, tanpa kesepakatan soal komunikasi, orang lain, atau berapa lama, cenderung menimbulkan lebih banyak kebingungan dan luka daripada kejelasan. Sebelum memulainya, sepakati dengan gamblang apa yang boleh dan tidak boleh, berapa lama jedanya, dan bagaimana kalian akan saling mengabari lagi. Melewatkan langkah ini biasanya membuat break berubah menjadi putus pelan-pelan yang tak pernah dibicarakan.
Perhatikan apakah kamu merasa lega atau cemas dengan jarak itu
Perasaanmu setelah break dimulai adalah informasi yang nyata. Rasa lega dan hidupmu yang terasa kembali lapang sering berarti sebagian dirimu sudah tahu bahwa hubungan ini tidak berjalan. Merindukannya dan ingin kembali, bahkan saat sedang berjauhan, menunjuk ke arah yang berbeda. Jangan menimpa reaksi itu dengan apa yang menurutmu seharusnya kamu rasakan.
Lakukan percakapan lanjutan di tanggal yang sudah kalian tentukan
Break hanya berfungsi kalau kalian benar-benar membahasnya kembali, di tanggal yang disepakati, dengan jawaban yang jujur, bukan perpanjangan lagi. Kalau "kita break dulu" diam-diam terus berubah menjadi "kita lanjut break dulu", pola itu sendiri sudah menjadi jawabannya, meski belum ada di antara kalian yang mengatakannya langsung.
Kalau kamu belum yakin apakah break ini ruang untuk berpikir atau justru akhir dari hubungan, OLENRI membantumu jujur pada dirimu sendiri, lewat teks maupun suara. Lihat cara kerjanya →