Mengapa mencari validasi sebenarnya bukan soal gengsi
Jarang sekali ini soal ingin dikagumi. Lebih sering ini soal belum sepenuhnya percaya pada penilaian sendiri, sehingga putusannya diserahkan pada reaksi orang lain, yang terasa lebih aman daripada memutuskan sendiri lalu ternyata salah.
Cara membedakan menginginkan masukan dari membutuhkan persetujuan
Menginginkan masukan untuk memperbaiki sesuatu itu berguna. Membutuhkan reaksi seseorang sebelum bisa merasa tenang atas apa yang sudah Anda lakukan atau putuskan adalah tanda bahwa persetujuan sudah berubah dari sekadar pelengkap menjadi syarat.
Mengapa tidak pernah benar-benar puas, bahkan setelah mendapatkannya
Validasi dari luar tidak berubah menjadi rasa percaya yang stabil pada penilaian sendiri. Ia bekerja seperti tambalan sementara, itulah sebabnya kebutuhan itu muncul lagi pada keputusan berikutnya, bukan membangun kepercayaan diri yang bertahan lama.
Apa yang sebenarnya membangun hal yang digantikan oleh validasi
Kepercayaan pada penilaian sendiri tumbuh dari membuat keputusan dan menjalani hasilnya tanpa mencari persetujuan lebih dulu, bahkan untuk hal-hal kecil. Kemampuan ini dibangun lewat rasa tidak nyaman itu, bukan dengan menghindarinya.
Jika kebutuhan akan validasi berkaitan dengan pola yang lebih luas, yaitu merasa perasaan atau kebutuhan Anda tidak dianggap sebelum dibenarkan orang lain, hal itu layak digali bersama terapis. Akarnya sering kali lebih jauh dari kebiasaan yang tampak saat ini.
Ingin divalidasi itu hal yang universal, tetapi apa yang sebenarnya ingin Anda buktikan, dan kepada siapa, bersifat pribadi. Jika Anda ingin menelusurinya sendiri, bukan sekadar mengenali polanya, itulah hal yang layak digali bersama OLENRI. Lihat cara kerjanya →