Bedakan "pekerjaan ini" dari "seluruh bidang ini"
Sebelum menyimpulkan bahwa kariermu salah, coba tanyakan apa yang terjadi jika kamu berganti perusahaan, tim, atau peran tetapi tetap di bidang yang sama. Kalau membayangkannya saja sudah terasa melegakan, mungkin kariernya baik-baik saja, hanya versi yang ini yang tidak cocok. Pindah karier memakan banyak waktu dan menyentuh identitas diri, jadi layak menyingkirkan dulu solusi yang lebih murah.
Perhatikan apa yang akan kamu rindukan, bukan hanya apa yang ingin dihindari
Mudah sekali menyebutkan apa yang salah dengan kariermu sekarang. Namun lebih mengungkap jika kamu bertanya apa yang akan hilang saat kamu pergi: kompetensi yang sudah kamu bangun, orang-orangnya, bagian pekerjaan yang masih terasa bermakna. Kalau daftarnya pendek atau kosong, itu informasi yang nyata. Kalau ternyata lebih panjang dari dugaanmu, dorongan untuk pergi mungkin lebih berkaitan dengan kelelahan, bukan ketidakcocokan.
Cobalah arah baru itu sebelum berkomitmen
Karier baru hampir selalu terdengar lebih indah dalam bayangan daripada dalam kenyataan, karena bayangan melewatkan 80% bagian yang membosankan. Sebelum berpindah, rasakan dulu sedikit dunia barunya lewat kursus, proyek sampingan, atau obrolan dengan orang yang benar-benar menjalaninya. Lihat apakah ia tetap menarik ketika berhadapan dengan sisi yang tidak glamor, bukan hanya gagasan menariknya.
Timbang biaya berpindah dengan biaya bertahan
Pindah karier biasanya berarti gaji turun, jabatan mundur, atau bertahun-tahun mengejar ketertinggalan. Itu biaya nyata, bukan khayalan. Tetapi bertahan di karier yang terus-menerus menguras dirimu juga punya biaya, hanya saja lebih sunyi dan tak terlihat. Pilihan yang tepat bukan yang "tanpa biaya", melainkan biaya yang sanggup kamu jalani bertahun-tahun, bukan sekadar bisa kamu lewati bulan ini.
Sedang menimbang pindah karier dengan semua yang harus kamu lepaskan? OLENRI membantumu memikirkannya, lewat teks atau suara, tanpa terburu-buru. Lihat cara kerjanya →