Bandingkan dengan situasimu yang sebenarnya, bukan yang ideal
Memang menggoda untuk membandingkan tawaran dengan pekerjaan sempurna yang sebenarnya tidak ada. Bandingkan saja dengan situasimu sekarang secara jujur: apa yang akan kamu lepaskan, apa yang akan kamu dapatkan, dan apakah perubahannya benar-benar membawamu maju, atau hanya menggeser posisimu ke samping dengan jabatan yang terdengar lebih bagus.
Lihat lebih jauh dari angka, ke seperti apa peran itu sebenarnya
Gaji adalah hal paling mudah dibandingkan, tetapi sering kali paling kurang bisa dijadikan patokan apakah kamu akan senang telah menerima pekerjaan itu setahun kemudian. Tanyakan apa yang sebenarnya akan kamu kerjakan setiap hari, kepada siapa kamu melapor, dan bagaimana reputasi timnya. Angka yang lebih besar pada pekerjaan yang kurang cocok jarang tetap memuaskan setelah beberapa kali gajian.
Perhatikan apa yang akan kamu tinggalkan
Bahkan tawaran yang menarik pun punya harga nyata jika berarti meninggalkan hubungan baik, momentum yang sudah kamu bangun, atau fleksibilitas yang kamu miliki sekarang dan akan hilang. Timbang kehilangan itu dengan jujur, bukan hanya melihat apa yang ditambahkan peran baru. Langkah yang benar-benar lebih baik memperhitungkan kedua sisinya, bukan hanya sisi yang menyenangkan.
Tenggat yang singkat adalah taktik negosiasi, bukan batasan yang sebenarnya
Kalau kamu merasa didesak untuk segera memutuskan, mintalah waktu tambahan sebelum menganggap itu mustahil. Sebagian besar tawaran yang wajar masih berlaku setelah beberapa hari pertimbangan lagi. Keputusan sebesar ini layak mendapat lebih dari sekadar reaksi karena terburu-buru. Dan kalau tawaran itu langsung lenyap begitu kamu meminta sedikit waktu lagi, itu sendiri sudah menjadi informasi yang berguna.
Sedang menimbang tawaran dengan apa yang sebenarnya kamu inginkan selanjutnya? OLENRI membantumu memikirkannya dengan jernih, lewat teks atau suara. Lihat cara kerjanya →